usaha rumah walet
Experience

Usaha Rumah Walet, Bisnis Rasa Investasi

Belum lama ini, saya mendampingi seorang rekan kantor yang akan melakukan uji coba survei pertanian. Respondennya adalah mitra kerja kami yang kebetulan punya usaha rumah walet yang dibangun di dekat rumahnya. Wawancara ini dilakukan di kantor dengan durasi yang cukup lama sehingga saya kadang ikutan nimbrung juga karena kepo dengan usaha yang akhir-akhir ini banyak digandrungi oleh warga sini.

Sebut saja pak Sar, usianya kurang lebih 45 tahun. Dalam penjelasannya, beliau tergolong baru dalam usaha rumah walet ini. Rumah waletnya baru berumur sekitar satu tahun lebih. Tapi dari penghasilannya, kata beliau tidak lama lagi beliau insya Allah akan kembali modal. Fyi, modal yang beliau keluarkan adalah sekitar seratus juta rupiah untuk membangun rumah dua lantai di dekat rumahnya. Rumah untuk walet.

Tidak butuh waktu lama untuk rumah waletnya mulai menghasilkan karena di kecamatan beliau memang ada semacam kelompok petani walet. Kelompok ini kemudian bisa saling bertukar informasi terkait walet. Calon pembeli sarang waletnya pun memastikan betul sarang walet yang mereka dapatkan berkualitas baik sehingga mereka mendukung serta ikut membantu menyukseskan para petani walet di kecamatan tersebut.

Kata pak Sar, ‘Intinya adalah bagaimana kita membuat dia nyaman.’ Eeaak~

Katanya, kalau waletnya sudah nyaman maka dia tidak akan berpindah rumah dan justru akan menarik lebih banyak walet lagi untuk datang ke rumah walet itu.

Harga sarang walet per kilogramnya saat ini mencapai angka 12 juta rupiah. Adapun satu sarang memiliki berat yang bervariasi namun secara rata-rata beratnya adalah sekitar 20 gram. Sarang-sarang ini bisa diambil alias dipanen dalam kurun waktu 20 hari sejak panen terakhir. Sedangkan untuk perawatan rumahnya, pembersihan biasanya dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Sangat minim perawatan dengan income teratur yang lumayan. Istilahnya, kayak buat kos-kosan buat walet gak sih? Tapi dengan jaminan setiap bulan pasti dibayar dan gak perlu repot dengan biaya listrik, air dan segala jenis perbaikan. Gak perlu repot nagih juga. Kita hanya perlu nunggu 20 hari untuk kemudian mendapatkan keuntungannya.

Rasanya seperti melakukan investasi di mana uang kita bisa berlipat ganda tanpa harus repot. Repot sedikit sih, tapi worth it lah ya? Menurut temen-temen gimana? Tertarik gak nih buat coba bikin rumah walet?

Kalau kata pak Sar sih, “Bikin aja, gak ada ruginya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *