Tips menabung dana darurat
Lifestyle

3 Tips untuk Menabung Dana Darurat

Menurut temen-temen, seberapa penting sih dana darurat itu?

Kondisi pandemi yang mengakibatkan sempat redupnya perekonomian Indonesia, PHK masal terjadi dan banyak orang kehilangan pekerjaan membuat kita semua banyak sekali berpikir. Bahwa kejadian-kejadian tidak terduga dan tidak terencana itu bisa terjadi kapan saja dan kapan pun ia terjadi, akan lebih baik jika kita selalu siap.

Contohnya saat pandemi ini. Banyak dari kita yang kelabakan karena sumber income yang diharap tetap mampu untuk memberi modal untuk hidup harus berkurang. Ada yang bahkan sampai kehilangan pekerjaan. Itulah sebabnya, saya rasa penting sekali bagi kita untuk memiliki dana darurat.

Apa itu dana darurat? Dana darurat adalah dana yang khusus kita sisihkan untuk keperluan-keperluan yang tiba-tiba dan urgent. Contohnya seperti situasi pandemi ini. Jika sebelum pandemi kita sudah memiliki dana darurat, tentu kita akan lebih tenang menghadapi kondisi ini karena keperluan hidup kita selama 3-4 bulan masih bisa ditangani.

Nah, kondisi darurat ini bisa berbentuk apa saja. Ada anggota keluarga yang tertimpa kemalangan misalnya dan memerlukan uang secepatnya. Menurut para konsultan keuangan, jumlah dana darurat yang seharusnya kita miliki adalah sebesar 3-4 kali pengeluaran kita per bulan.

Baca juga : Review Bibit, Aplikasi Reksadana untuk Investor Pemula

Jadi gimana nih caranya biar bisa punya dana darurat serta tidak tergoda untuk menggunakan dana tersebut untuk keperluan yang tidak terlalu penting?

1. Sediakan Rekening/Tempat Menabung Khusus

Agar tidak tercampur dengan budget untuk pengeluaran lainnya, ada baiknya dana darurat kita disimpan di rekening atau pun tempat menabung yang khusus. Tidak disarankan untuk menabung dana ini dalam bentuk yang tidak liquid/tidak mudah dicairkan karena fungsinya sendiri sebagai dana darurat yang seharusnya bisa dengan mudah kita cairkan kapan pun diperlukan.

2. Mencatat Pengeluaran Per Bulan

Kalau saat ini kamu belum memiliki kebiasaan mencatat pengeluaran secara rutin, mungkin sebaiknya mulai dari sekarang. Kebiasaan ini akan sangat berguna untuk mengetahui ke mana saja uang kita pergi serta membuat kita lebih mampu membuat perencanaan keuangan demi tercapainya tujuan finansial kita.

Setelah mencatat pengeluaran selama satu bulan, kita akan tahu berapa banyak uang yang kita perlukan untuk masing-masing pos pengeluaran. Dari sini, kita juga bisa tahu berapa banyak yang kita perlukan untuk bertahan hidup selama satu bulan. Kalikan jumlah ini dengan 3 atau 4 sesuai kebutuhan dan itulah target minimal dana darurat kita.

3. Mulai Menabung secara Konsisten

Dari hasil pencatatan pengeluaran tadi, kita juga bisa jadi tahu berapa jumlah uang yang bisa kita tabung selama sebulan. Sisa dari pembayaran cicilan, hutang maupun pemenuhan kebutuhan sehari-hari bisa kita sisihkan dengan jumlah minimal yang konsisten dan ditabung pula dengan cara yang konsisten. Kamu bisa set alarm di ponsel kamu untuk tanggal menabung biar tidak lupa untuk menabung setiap bulannya.

Menabung kemudian bisa kita lakukan sampai target kita terpenuhi. Kalau benar-benar tidak ada kejadian genting yang mengharuskan kita untuk menggunakan dana tersebut, sebaiknya jangan dipakai dulu sebelum cukup sesuai target.

Nah itu dia tips-tips menabung dana darurat dari saya 😀 Saya juga sebenarnya masih belajar terkait menabung dan investasi ini. Hal yang mulai saya pikirkan sejak membaca buku Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki. Ayo siapa yang juga udah baca buku ini? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *