Robert Kiyosaki
Lifestyle

Robert Kiyosaki, Penebar Racun Investasi

Belakangan ini kata racun mulai mengalami perluasan makna. Kata yang sebelumnya diartikan sebagai zat yang dapat menyebabkan sakit atau mati sekarang memiliki arti yang lebih luas sebagai sesuatu yang mampu memberi pengaruh yang sangat kuat terhadap pendapat atau opini seseorang. Sebut saja Suhay Salim, sang dewi skincare yang sering menebarkan racunnya kepada para subscribe-rnya untuk mencoba suatu produk skincare. Dalam dunia investasi, ada Robert Kiyosaki yang menebar racun investasi kepada masyarakat luas.

Buku Rich Dad Poor Dad karangan Robert Kiyosaki pertama kali terbit pada tahun 2000. Buku ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan karena kegamblangannya dalam menjelaskan perbedaan antara orang miskin dan orang kaya serta pemaparannya tentang bagaimana orang-orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka. Sejak pertama kali terbit hingga saat ini, tahun 2020, buku tersebut masih terus dicetak ulang dan masih banyak dicari oleh peminatnya.

Apa saja sih racun yang disebar oleh Robert Kiyosaki dalam bukunya tersebut?

1. Pentingnya Pengetahuan Finansial

Dalam bab awal bukunya, Robert Kiyosaki bercerita tentang dua orang ayah yang beliau sebut sebagai Ayah Miskin dan Ayah Kaya. Beliau belajar banyak dari kedua ayah ini, terutama ayah kaya tentang bagaimana caranya menjadi orang kaya. Dalam suatu skenario beliau bercerita tentang orang-orang yang datang kepada Ayah Kaya untuk meminta dipekerjakan. Kata Ayah Kaya, salah satu kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang ini adalah mereka tidak pernah bertanya kepadanya bagaimana cara untuk menjadi kaya.

Mereka meminta pekerjaan dan berpikir bahwa bekerja saja lama kelamaan akan membuat mereka menjadi kaya. Padahal pada kenyataannya, kebanyakan dari orang-orang ini merasa khawatir hampir sepanjang waktu. Mereka memikirkan cicilan, utang dan gaji yang dirasa tidak pernah cukup. Mereka menggantungkan hidup mereka pada gaji yang mereka terima setiap bulan dan menghabiskan sisanya untuk bersenang-senang.

Oleh karena itu, menurut Robert Kiyosaki, pengetahuan finansial itu sangatlah penting. Dengan berbekal pengetahuan finansial yang cukup, kita bisa bekerja secara cerdas dan pada akhirnya tidak hanya bergantung pada gaji untuk bertahan hidup.

2. Orang Miskin vs. Orang Kaya

Racun kedua yang disebarkan oleh Kiyosaki adalah pernyataannya tentang perbedaan antara orang miskin dan orang kaya. Dalam buku ini, beliau memberikan jawaban dari pertanyaan β€˜Kenapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin?’ Jawaban beliau adalah karena orang miskin bekerja untuk uang dan orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka.

Maksudnya apa? Saya rasa jawaban ini bisa dilihat dengan lebih jelas pada zaman yang semakin modern ini. Orang miskin dalam kategori Kiyosaki adalah orang-orang yang bekerja untuk mendapatkan uang dan kemudian menghabiskannya untuk keperluan konsumsi. Adapun orang kaya juga bekerja dan menghasilkan uang. Tapi, mereka kemudian menggunakan uang tersebut bukan hanya untuk keperluan konsumsi tetapi juga investasi.

Ketika uang mereka diinvestasikan, mereka kemudian mendapatkan aset yang akan memberikan penghasilan kepada mereka meskipun mereka tidak mengusahakannya. Dalam istilah yang lebih popular, hal ini dinamakan sebagai passive income.

Baca juga : Review Bibit, Aplikasi Reksadana untuk Investor Pemula

3. Aset vs Liabilitas

Dalam buku ini, Robert Kiyosaki juga menjelaskan perbedaan antara aset dan liabilitas. Apa itu aset? Aset adalah sesuatu yang dapat menghasilkan uang atau manfaat untuk pemiliknya. Aset bisa berupa properti, saham, surat-surat utang, ataupun emas. Adapun liabilitas adalah hal-hal yang terlihat seperti aset namun sebenarnya tidak mampu menghasilkan uang atau manfaat untuk pemiliknya.

Contoh liabilitas yang dijelaskan dalam buku ini adalah mobil. Ketika kita membeli mobil baru kemudian menjualnya kembali, tentu harganya sudah turun. Mobil bekas akan mengalami penurunan nilai yang cukup drastis jika dibandingkan dengan harganya saat masih baru. Dalam penggunaannya, mobil juga membutuhkan perawatan dan perlu dibayarkan pajaknya sehingga justru membuat pemiliknya harus mengeluarkan uang.

Untuk menjadi kaya, menurut Kiyosaki, kita harus berpikir seperti orang kaya. Kita harus berpikir bagaimana caranya membuat uang bekerja untuk kita. Ketika kita mendapatkan uang baik dari gaji maupun sumber lainnya, salah satu hal yang harus kita prioritaskan adalah membeli aset untuk dijadikan alat investasi.

Orang yang membeli aset dan orang yang tidak membeli aset pada akhirnya akan menghabiskan uangnya. Tapi, orang yang membeli aset kemudian akan memiliki sumber penghasilan tambahan yang kemudian dapat menambah income-nya tanpa ia harus bekerja lebih keras.

Saya sendiri seolah langsung tercerahkan setelah terkena racun investasi dari Robert Kiyosaki. Kalau teman-teman gimana nih? Sudah terkena racunnya belum? πŸ˜€

6 Comments

  • Meirna

    Halo mba.

    Sepertinya saya terkena racun untuk membaca buku ini. Haha.
    Kalau punya blog & menghasilkan bisa jadi passive income ya? Emas, tanah, apartemen, ruko.

    Btw mba. Saya sedang galau tentang tema pekan ini. Racun. Dari tulisan mba Siti sepertinya racun bisa bermakna positif ya?

    Salam kenal ya ^^

    • Siti Setianingsih

      Halo, salam kenal juga mba Meirna πŸ™‚

      Blog yang menghasilkan sangat bisa jadi passive income. Termasuk juga yang sekarang lagi banyak digandrungi, jadi Youtuber πŸ˜€

      Saya juga awalnya bingung karena temanya racun, tapi kemudian keinget video Suhay Salim yang penuh dengan kata racun di kolom komentarnya. Mungkin tidak resmi, tapi istilah racun emang kayaknya sekarang sudah meluas maknanya πŸ˜€

      • meirna

        emang sih suhay salim racun banget. haha.

        kalau blogger jadi racun juga bisa dong ya? influencer, selebgram mungkin juga bisa dikatakan racun. hehe.

        • Jane Reggievia

          Halo Mba Siti, salam kenal ya (:

          Rich Dad Poor Dad ini memanv buku legenda, aku masih ingat pernah nemu buku ini di rak buku papaku waktu aku masih kecil. Baru sekarang ini aku tertarik untuk baca bukunya karena mendadak kok jadi sering nggak sengaja nemu review buku ini, termasuk di blog Mba hahaha

          Berarti sebenarnya harus benerin mindset dulu agar seperti orang kaya, iya nggak sih? Kadang aku pun masih kecele soal aset vs kewajiban. Bener sih, yang kita kira aset ternyata bagi orang kaya itu kewajiban, contohnya rumah.

          Kayaknya emang harus segera beli buku ini deh, biar pengetahuan tentang finansial lebih ‘kaya’. Makasih untuk review-nya ya

          • Siti Setianingsih

            Salam kenal juga mba Jane πŸ™‚

            Saya juga kemaren memutuskan beli buku ini karena buku ini tuh hampir selalu ada di list rekomendasi buku yang saya baca. Dan emang worth it sih mengingat saya yang waktu itu masih sangat buta keuangan πŸ˜€

            Benerin mindset perlu sekali menurut saya dan terus memperluas pengetahuan finansial. Sambil dipraktekkan juga.

            Terima kasih udah berkunjung mba πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *